Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tergelincir 2,4 persen menjadi USD81,25 per barel setelah menguat selama lima hari.
Investor mempertimbangkan data Energy Information Administration (EIA) AS pada Rabu (12/8), yang menunjukkan persediaan minyak mentah komersial AS mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2023 akibat penurunan ekspor.
Persediaan minyak mentah meningkat 17,4 juta barel menjadi 424,4 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus. Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak 5 Juni, menurut EIA.
Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari revisi proyeksi permintaan. OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2026 menjadi 580.000 barel per hari (bpd) dalam laporan pasar minyak bulanannya.
Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) juga memperkirakan konsumsi minyak global berkontraksi 1,6 juta bpd tahun ini, lebih dalam dibandingkan proyeksi penurunan 1 juta bpd pada bulan sebelumnya.