IDXChannel - Harga emas dunia turun lebih dari 1 persen pada Kamis (13/8/2026), tertekan aksi ambil untung investor setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua bulan.
Kenaikan harga emas terjadi setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) sesuai dengan ekspektasi, sehingga meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September.
Harga emas spot turun 1,30 persen menjadi USD4.351,27 per troy ons. Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni 2026, yakni USD4.449,39 per troy ons.
"USD4.500 merupakan level resistance besar bagi emas. Kami telah menyentuh level tersebut dua kali dan harga emas kembali turun. Trader saat ini cenderung waspada ketika harga mendekati level USD4.500," ujar senior market strategist Stone, Bob Haberkorn, dikutip Reuters.
Data Producer Price Index (PPI) AS pada Juli juga menjadi perhatian pasar. PPI tidak berubah pada Juli karena penurunan harga barang mengimbangi kenaikan biaya jasa.