sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Ditutup Melemah usai Kabar Selat Hormuz Tak Akan Dibuka hingga Syarat Teheran Dipenuhi

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
12/08/2026 06:26 WIB
Wall Street atau Bursa saham AS berakhir melemah pada hari Selasa seiring kenaikan harga minyak.
Wall Street Ditutup Melemah usai Kabar Selat Hormuz Tak Akan Dibuka hingga Syarat Teheran Dipenuhi (FOTO:iNews Media Group)
Wall Street Ditutup Melemah usai Kabar Selat Hormuz Tak Akan Dibuka hingga Syarat Teheran Dipenuhi (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Wall Street atau Bursa saham AS berakhir melemah pada hari Selasa (11/8/2026), seiring kenaikan harga minyak setelah seorang pejabat Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai syarat-syarat Teheran dipenuhi.

Dilansir dari laman Investing Rabu (12/8/2026), Indeks-indeks utama sempat bergerak mendatar di awal sesi karena investor cenderung menahan diri (wait-and-see). Adapun katalis pasar berikutnya adalah data inflasi yang akan dirilis dalam dua hari ke depan sehingga berpotensi dapat memengaruhi prospek kebijakan moneter.

Indeks acuan S&P 500 turun 0,4 persen dan ditutup pada level 7.725,76 poin, indeks NASDAQ Composite yang didominasi saham teknologi turun 0,6 persen ke posisi 26.445,45 poin, dan indeks saham unggulan (blue-chip) Dow Jones Industrial Average melemah 0,3 persen dan berakhir di angka 53.791,97 poin.

"Pasar saham tampaknya ada kekecewaan atas minimnya kemajuan di Teluk Persia. Harga minyak dan imbal hasil obligasi juga sama-sama naik kemarin namun pasar saham cenderung bergerak turun," ujar Steve Sosnick Kepala Strategi di Interactive Brokers, kepada Investing.com.

"Namun, ini bukanlah aksi jual yang meluas ke seluruh pasar. Jumlah saham NYSE dan komponen SPX yang naik lebih banyak daripada yang turun, tetapi penurunan pada beberapa saham teknologi besar (AAPL, AMZN, GOOGL, MSFT, AVGO) menekan indeks-indeks utama seperti SPX dan NDX," ujarnya.

"Di tengah pekan yang minim katalis dan banyaknya pelaku pasar yang sedang berlibur, para trader menantikan rilis data CPI besok. Ekspektasi menunjukkan kenaikan bulanan yang moderat pada bulan Juli—masing-masing sebesar 0,1 persen untuk inflasi umum (headline) dan 0,2 persen untuk inflasi inti—sehingga angka apa pun yang jauh melenceng dari konsensus dapat menggerakkan pasar yang saat ini cenderung tenang," ujar Sosnick.

Para pedagang menahan diri di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut

Setelah mencatatkan kinerja mingguan sejak pertengahan April pada hari Jumat, Wall Street terkoreksi pada hari Senin akibat lonjakan harga minyak di tengah meningkatnya ketidakpastian mengenai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Washington dan Teheran melontarkan klaim yang saling bertentangan mengenai status jalur air vital tersebut; pihak pertama bersikeras bahwa selat itu terbuka untuk pelayaran komersial, sementara pihak kedua memperingatkan bahwa selat itu praktis tertutup.

Iran sedang melakukan pembicaraan dengan Oman untuk menyusun kerangka kerja pengelolaan selat tersebut, di mana juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan bahwa negosiasi antara kedua negara telah mencapai tahap lanjut dan berada pada titik krusial.

Sementara itu, Bloomberg News melaporkan bahwa AS dan Iran hampir mencapai semacam kesepakatan terkait potensi perjanjian damai, mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif. Oman dan Pakistan telah berperan sebagai mediator utama antara pihak-pihak yang bertikai dalam konflik saat ini.

Di sisi lain, Iran menuntut agar pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada pemenuhan syarat-syarat oleh AS, termasuk pencabutan blokade angkatan laut Amerika, penghapusan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan akibat perang. Pada hari Senin, Presiden Donald Trump membalas dengan tuntutan kompensasinya sendiri.

"Setiap kali musuh melanggar komitmennya dan kembali melakukan tindakan perang, mereka akan menghadapi kondisi yang lebih keras dan ketahanan yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kali ini pun, hukuman bagi pihak agresor terus berlanjut, dan Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai syarat-syarat Iran dipenuhi," ujar Mohammad Mokhber, Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, melalui media sosial pada hari Selasa.

Menurut Kpler, lalu lintas pelayaran yang melewati selat tersebut telah melambat drastis. Data dari pelacak pelayaran menunjukkan bahwa jumlah kapal yang melintas turun dari 15 kapal pada hari Jumat menjadi 11 kapal pada hari Sabtu, dan hanya enam kapal pada hari Minggu.

Sebelumnya pada pagi hari itu, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Iran sedang mengalami kesulitan ekonomi dan bahwa keuangan mereka dikendalikan oleh AS.

"Mereka adalah negosiator yang sangat licik karena mereka akan menyetujui sesuatu, lalu mereka keluar dan mengatakan kepada pers bahwa mereka tidak pernah menyetujuinya," ujar penasihat Presiden kepada pembawa acara TV dan Radio, Wayne Allyn Root.

(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement