IDXChannel - Langkah PT Indosat Tbk (ISAT) masuk ke bisnis infrastruktur kecerdasan buatan (AI) berpotensi menjadi katalis baru bagi kinerja perseroan, tetapi juga membawa risiko besar jika kapasitas yang dibangun tidak terserap pasar.
JPMorgan menilai platform infrastruktur AI baru Indosat dapat memberikan tambahan laba per saham (EPS) dua digit dalam skenario bullish. Namun, oversupply infrastruktur AI dan tekanan harga dapat berujung pada penurunan nilai bagi pemegang saham.
Dalam riset bertanggal 7 Agustus 2026, analis JPMorgan Ranjan Sharma dan tim mempertahankan rekomendasi overweight untuk ISAT dengan target harga Juni 2027 sebesar Rp3.200 per unit.
Rekomendasi tersebut diberikan setelah saham ISAT melonjak 14 persen pada saat pengumuman kerja sama pembangunan platform infrastruktur AI baru, Jumat (7/8/2026) pekan lalu, jauh mengungguli kenaikan Jakarta Composite Index (JCI) sebesar 1 persen di hari yang sama.
Kinerja terbaru, pada Selasa (11/8), pukul 10.07 WIB, saham ISAT menguat 3,81 persen ke Rp2.180 per unit. Dalam sepekan, saham telekomunikasi ini meningkat 14,44 persen dan dalam sebulan melonjak 19,78 persen.