Platform tersebut, yang diberi nama Zankore, dikembangkan Indosat bersama Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Zankore ditargetkan menjadi platform infrastruktur AI berskala regional, dengan kapasitas awal sekitar 200 megawatt (MW) pada semester I-2027 menggunakan server NVIDIA GB300 NVL72. Dalam jangka panjang, kapasitasnya ditargetkan mencapai 1 gigawatt (GW).
Menurut laporan JPMorgan, Ooredoo akan memiliki sekitar 49 persen saham Zankore dan berkomitmen menginvestasikan USD800 juta untuk peluncuran dan pengembangan platform tersebut.
Tantangan Terbesar
Meski prospeknya besar, JPMorgan menyoroti sejumlah ketidakpastian yang perlu diperhatikan investor, terutama terkait kebutuhan pendanaan dan tingkat utilisasi infrastruktur AI.
Sebagai pembanding, Indosat menyebut belanja modal sekitar USD650 juta diperlukan untuk membangun infrastruktur komputasi berkapasitas 22 MW menggunakan teknologi NVIDIA.
Jika biaya tersebut digunakan sebagai acuan, pembangunan kapasitas 200 MW dapat membutuhkan investasi sekitar USD5,5 miliar-USD6 miliar.