IDXChannel - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini akan dibayangi oleh sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) terutama Consumer Price Index (CPI), Producer Price Index (PPI), dan data penjualan ritel.
Data tersebut penting karena akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed selanjutnya.
Investor akan mencermati apakah tekanan inflasi AS terus mereda sehingga membuka ruang pelonggaran suku bunga atau justru tetap kuat dan mempertahankan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
"Bank sentral utama, seperti US Federal Reserve dan European Central Bank (ECB) terus menyeimbangkan antara upaya meredam ketahanan inflasi yang melandai secara bertahap dan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi," ujar Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan dalam keterangan, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi pasar tenaga kerja yang masih ketat dan inflasi sektor jasa yang persisten mempertahankan ekspektasi higher for longer. Dengan kondisi tersebut, suku bunga acuan berpotensi bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan awal pasar.