Serangan terbaru terjadi dua hari setelah Arab Saudi menandatangani pakta pertahanan dengan sekutu Muslim Sunni, Turki dan Pakistan, sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakstabilan kawasan akibat perang AS-Israel dengan Iran.
Di sisi lain, perusahaan minyak milik negara Uni Emirat Arab, ADNOC, menyatakan pada Jumat bahwa 15 kapalnya telah diserang saat melintasi Selat Hormuz sejak konflik dimulai.
Sementara itu, militer Ukraina terus menyerang infrastruktur energi Rusia. Serangan Ukraina menghantam kilang minyak Taneco di Tatarstan serta fasilitas petrokimia ZapSibNeftekhim di wilayah Tyumen, Rusia. (Aldo Fernando)