Kenaikan persentase tersebut menjadi yang terbesar sejak 29 Juli untuk kedua kontrak minyak tersebut.
Sebelumnya, harga Brent dan WTI jatuh lebih dari 7 persen sepanjang pekan lalu karena pasar berharap Iran dan Oman segera mencapai kesepakatan yang memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Sebelum konflik Timur Tengah dimulai pada akhir Februari, jalur strategis tersebut menjadi jalur transit sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Iran menyatakan hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman untuk menetapkan jalur pelayaran baru melalui Selat Hormuz.
Namun, Teheran kembali menegaskan bahwa AS harus memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk memberikan kompensasi serta menghentikan sanksi dan ancaman militer sebelum selat tersebut dibuka kembali.