Sementara itu, ekonom Intesa Sanpaolo memperkirakan harga logam mulia belum memiliki arah yang jelas, meski volatilitas diperkirakan tetap tinggi.
“Emas dapat terus diperdagangkan selama beberapa kuartal di sekitar rata-rata USD4.200 per troy ons, didorong oleh kontraksi tajam permintaan perhiasan global,” tulis ekonom Intesa Sanpaolo dalam catatan riset.
Di sisi lain, India telah menerbitkan izin impor sekitar 6.500 ton perak untuk enam bulan ke depan.
Negara tersebut merupakan konsumen perak terbesar di dunia dan tengah berupaya memenuhi permintaan selama musim festival. (Aldo Fernando)