IDXChannel – Harga minyak naik sekitar 4 persen ke level tertinggi dalam lima bulan pada Kamis (22/10/2026), setelah serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari kawasan eksportir utama tersebut.
Kontrak berjangka (futures) Brent naik 4,0 persen dan ditutup pada USD113,17 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 2,4 persen menjadi USD99,47 per barel.
Harga penutupan Brent tersebut merupakan yang tertinggi sejak 4 Mei dan membuat acuan minyak global itu kembali berada di wilayah jenuh beli secara teknikal untuk ketiga kalinya dalam sepekan.
“Pasar kembali menguat setelah tambahan premi risiko yang kuat akibat serangan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi, di tengah pembicaraan mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu,” tulis analis perusahaan penasihat energi Ritterbusch and Associates dalam catatan riset, seperti dikutip Reuters.
Saudi Aramco meminta para karyawannya mengosongkan kantor pusat di Dhahran, kawasan Teluk yang berdekatan dengan Bahrain, menurut laporan Reuters.