Langkah tersebut dilakukan ketika pertempuran antara eksportir minyak mentah terbesar dunia itu dan kelompok Houthi Yaman semakin intensif.
Bentrok antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional telah berlangsung sejak kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut bergerak menuju Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di mulut Laut Merah.
“Laporan bahwa ekspor minyak mentah Timur Tengah telah melampaui level sebelum konflik lebih dari terimbangi oleh serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz serta serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan infrastruktur minyaknya,” kata Tamas Varga, analis PVM Oil.
Analis Morgan Stanley memperkirakan ekspor minyak mentah dari Timur Tengah mencapai sekitar 17 juta barel per hari pada pekan lalu.
Sementara itu, berdasarkan data Kpler, rata-rata ekspor minyak mentah dari kawasan tersebut mencapai sekitar 18 juta barel per hari dalam 12 bulan sebelum perang Iran dimulai. (Aldo Fernando)