Thomas menegaskan bahwa pemulihan armada perlu diikuti peningkatan produktivitas dan optimalisasi jaringan penerbangan agar pertumbuhan kapasitas dapat memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan.
“Pemulihan ketersediaan armada merupakan bagian penting dari transformasi kami. Namun, penambahan kapasitas saja tidak cukup. Setiap pesawat perlu dioperasikan secara lebih produktif, setiap rute harus dapat berkontribusi terhadap jaringan penerbangan yang semakin efisien, dan pelanggan perlu merasakan perbaikan nyata dalam keandalan serta kualitas layanan. Inilah yang terus kami dorong agar kemajuan operasional dapat memberikan nilai tambah yang lebih optimal bagi bisnis maupun pelanggan,” kata Thomas.
Akselerasi Transformasi Menuju Profitabilitas Berkelanjutan
Perkembangan kinerja hingga kuartal III 2026 menjadi pijakan bagi Garuda Indonesia Group untuk melanjutkan agenda transformasi secara lebih terarah. Pertumbuhan pendapatan, meningkatnya kontribusi bisnis non-penerbangan, serta pemulihan kapasitas dan keandalan operasional memberikan momentum positif bagi upaya penguatan fundamental bisnis Perseroan.
Meski demikian, keberlanjutan momentum tersebut tetap memerlukan disiplin pengelolaan biaya dan peningkatan produktivitas, terutama untuk memastikan pertumbuhan aktivitas bisnis dapat diterjemahkan menjadi perbaikan kinerja keuangan yang semakin konsisten.
Memasuki fase transformasi berikutnya, Garuda Indonesia Group akan terus memprioritaskan peningkatan utilisasi dan produktivitas armada, optimalisasi jaringan penerbangan secara lebih terukur, penguatan kontribusi bisnis di seluruh ekosistem Grup, serta pengelolaan biaya dan aset secara lebih efektif.