sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Garuda Indonesia (GIAA) Rugi Rp3,52 Triliun hingga September 2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/10/2026 10:17 WIB
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD2,71 miliar atau Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)
PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar USD2,71 miliar atau Rp48,8 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 13,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD2,39 miliar, seiring pertumbuhan bisnis penerbangan dan optimalisasi lini usaha non-penerbangan.

Dari sisi profitabilitas, maskapai penerbangan tersebut mencatatkan laba usaha sebesar USD97,2 juta atau Rp1,75 triliun di periode yang sama. Sementara itu, rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 4,5 persen menjadi USD195,5 juta atau Rp3,2 triliun. Tekanan tersebut mencerminkan bahwa perseroan kesulitan memulihkan margin di tengah meningkatnya harga avtur.

Berdasarkan segmen usaha, pendapatan penerbangan berjadwal meningkat 12,6 persen atau USD233,2 juta, sedangkan penerbangan non-berjadwal tumbuh 2,1 persen atau USD6,3 juta. Sementara itu, pendapatan bisnis non-penerbangan melonjak 31,3 persen menjadi USD322,8 juta, bertambah USD77 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan bisnis non-penerbangan antara lain ditopang kenaikan pendapatan pemeliharaan pesawat dari pelanggan eksternal GMF AeroAsia sebesar 42,4 persen serta pendapatan layanan agen perjalanan sebesar 76,1 persen. 

Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro menilai, capaian kinerja hingga September 2026 memberikan indikasi positif terhadap agenda transformasi perseroan. Hal ini didukung penguatan produktivitas, pemulihan kapasitas armada, serta optimalisasi potensi bisnis di seluruh entitas Grup.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement