sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Garuda (GIAA) dan Lion Air Tetap Layani Penerbangan ke Arab Saudi

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
13/10/2026 15:30 WIB
Kementerian Perhubungan buka suara pasca insiden serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Bandara International King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. 
Kementerian Perhubungan buka suara pasca insiden serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Bandara International King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. (Foto: Ist)
Kementerian Perhubungan buka suara pasca insiden serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Bandara International King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara buka suara pasca insiden serangan yang dilancarkan kelompok Houthi di Bandara International King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. 

Kemenhub mencatat sejumlah penerbangan transit dilaporkan mengalami pembatalan hingga penyesuaian rute, sementara penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi masih beroperasi. Maskapai PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan Lion Air pun masih melayani rute penerbangan ke Arab Saudi.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan, pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas.

"Kami terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap penerbangan yang terhubung dengan Riyadh. Prioritas kami adalah memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi perhatian utama, sekaligus mendorong agar penumpang yang terdampak memperoleh informasi dan penanganan yang jelas dari maskapai," ujar Lukman dalam keterangan resmi, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan pemantauan per 12 Oktober 2026, gangguan operasional terutama terjadi pada penerbangan transit yang memiliki koneksi menuju atau dari Riyadh melalui sejumlah hub penerbangan internasional. Qatar Airways, misalnya, membatalkan sejumlah penerbangan rute Doha-Riyadh dan sebaliknya pada 9 dan 10 Oktober 2026. Maskapai tersebut juga melakukan pengalihan penumpang melalui sejumlah kota alternatif di Arab Saudi.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement