Permintaan domestik terutama datang dari program biodiesel. Penerapan penuh mandatori B50 sepanjang 2027 diperkirakan meningkatkan kebutuhan bahan baku sawit sekitar 1,8 juta ton menjadi sekitar 17,6 juta ton.
Kebutuhan tersebut setara dengan sekitar 19,6 juta kiloliter (kL) penyaluran biodiesel per tahun, dibandingkan kapasitas produksi yang dilaporkan sekitar 22 juta kL, termasuk fasilitas yang masih menganggur.
Potensi kenaikan permintaan menjadi lebih besar apabila pemerintah menerapkan B60. CGSI memperkirakan penerapan penuh B60 dapat menambah kebutuhan bahan baku sawit sekitar 3,5-3,8 juta ton di atas skenario B50.
Namun, CGSI belum memasukkan skenario B60 ke dalam model proyeksi laba karena masih menunggu kejelasan mengenai komposisi campuran, kapasitas, pendanaan, dan waktu implementasinya.
CGSI juga memperkirakan penurunan harga acuan diesel sebesar USD10 per barel dapat meningkatkan kebutuhan biaya pendanaan B50 sekitar Rp10,3 triliun per tahun dalam skenario mereka, dengan asumsi harga biodiesel dan volume yang memenuhi syarat tidak berubah.