IDXChannel - Prospek sektor perkebunan sawit diperkirakan semakin menarik menuju 2027, ditopang risiko penurunan produksi akibat El Niño serta peningkatan penyerapan minyak sawit untuk program biodiesel nasional.
Kombinasi tersebut berpotensi menjaga harga crude palm oil (CPO) tetap tinggi sekaligus memperketat pasokan untuk ekspor.
Analis CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) Rut Yesika Simak, Bob Setiadi, dan Jacquelyn Yow menilai El Niño berpotensi menekan produksi sawit Indonesia hingga 2027.
Dalam riset bertanggal 14 September 2026, CGSI mengutip proyeksi National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) per 10 September yang memberikan probabilitas lebih dari 90 persen untuk terjadinya El Niño yang sangat kuat pada akhir 2026 hingga awal 2027.
Menurut CGSI, defisit curah hujan di Kalimantan dapat mengganggu perkembangan tandan buah segar (TBS) dan menekan hasil panen.