Risiko juga datang dari kebakaran serta rendahnya permukaan air sungai yang dapat menghambat proses panen dan pengiriman.
Tekanan tersebut sebenarnya telah tercermin dalam proyeksi CGSI.
Broker tersebut memperkirakan produksi TBS emiten dalam cakupan riset turun 4,5-5,8 persen secara tahunan pada 2027, terutama akibat tekanan terhadap produktivitas dan program replanting.
Di sisi lain, kondisi pasokan sawit domestik juga relatif ketat. Stok Indonesia pada Juni 2026 hanya mencukupi sekitar 15,6 hari konsumsi domestik dan ekspor, meskipun produksi pada semester I 2026 masih tumbuh 8,6 persen secara tahunan.
“Kami menilai pasokan yang melemah dan konsumsi domestik yang meningkat dapat semakin memperketat ketersediaan CPO untuk ekspor setelah periode puncak produksi musiman berlalu,” tulis analis CGSI.
CGSI memperkirakan kombinasi pasokan yang melemah dan konsumsi domestik yang meningkat dapat membatasi ketersediaan CPO untuk ekspor setelah periode puncak produksi musiman berlalu.