Meski demikian, pertumbuhan kredit secara tahun berjalan hingga September 2026 baru mencapai 7,1 persen.
Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia (CGSI) memangkas target harga BBCA menjadi Rp5.600 dari sebelumnya Rp8.000. Saham BBCA telah terkoreksi 21,6 persen dalam sebulan dan 41,3 persen dalam setahun.
CGSI menilai potensi pertumbuhan kredit dan pemulihan NIM yang melampaui ekspektasi dapat menjadi katalis bagi saham BBCA. Namun, persaingan kredit masih menjadi salah satu risiko yang berpotensi membatasi prospek kinerja perseroan. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.