Di kelompok E&P independen atau swasta, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menjadi salah satu nama yang paling relevan terhadap peluang tersebut.
Menurut Bahana, MEDC memiliki rekam jejak dalam mengintegrasikan aset hasil akuisisi dan membutuhkan tambahan aset baru untuk mengimbangi penurunan produksi dari aset-aset yang telah matang.
MEDC saat ini menghadapi penurunan lifting sekitar 2 persen per tahun.
Karena itu, M&A dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga skala produksi sekaligus memperpanjang umur pertumbuhan bisnis di tengah semakin matangnya portofolio aset yang dimiliki.
Sementara itu, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menawarkan profil yang berbeda.
Perusahaan tersebut telah menjalankan ekspansi organik secara agresif, sehingga akuisisi dapat menjadi pelengkap untuk mempercepat pertumbuhan cadangan dan produksi.