Kesenjangan skala cadangan turut membuat transaksi tersebut menarik. Aset yang nilainya kurang dari 5 persen dari total cadangan perusahaan Tier-1 dapat meningkatkan cadangan perusahaan Tier-2 sekitar 18 persen dan hampir menggandakan cadangan perusahaan Tier-3.
Selain itu, biaya akuisisi aset yang sudah berproduksi atau memiliki risiko pengembangan lebih rendah umumnya sekitar USD3-USD10 per barel setara minyak (boe) lebih murah dibandingkan biaya eksplorasi dan pengembangan (finding and development/F&D) secara organik.
Hal ini membuat akuisisi menjadi jalur yang relatif efisien bagi perusahaan yang ingin menambah cadangan dan produksi.
Bahana melihat perusahaan E&P Indonesia berada dalam posisi untuk menangkap peluang dari siklus daur ulang aset tersebut.
Pertamina sebagai perusahaan migas nasional dinilai memiliki kebutuhan struktural untuk menambah cadangan dan produksi guna mendukung target lifting serta ketahanan energi pemerintah.