IDXChannel - Gelombang pelepasan aset minyak dan gas (migas) oleh perusahaan migas global membuka ruang bagi perusahaan eksplorasi dan produksi (E&P) Indonesia untuk memperbesar cadangan dan produksi melalui aksi akuisisi.
Analis Bahana Sekuritas Abdusshomad Cakra Buana menilai aktivitas merger dan akuisisi (M&A) sektor hulu migas masih berpeluang ramai, seiring strategi perusahaan migas global melakukan optimalisasi portofolio dan melepas aset yang tidak lagi menjadi fokus utama.
Dalam riset yang terbit pada 11 September 2026, Bahana Sekuritas mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor hulu migas Indonesia.
Menurut Abdusshomad, potensi M&A menjadi katalis tambahan apabila sejumlah transaksi yang tengah berpotensi terealisasi benar-benar terjadi.
“Daur ulang” aset tersebut terutama berasal dari perusahaan migas Tier-1 yang semakin memusatkan belanja modal pada wilayah inti.