Beban kerja AI diperkirakan menyumbang sekitar 65 persen komputasi data center pada 2027 dan meningkat menjadi sekitar 71 persen pada 2030. Bahkan, inference diperkirakan mulai melampaui training sebagai sumber utama kebutuhan komputasi.
Asia Pasifik menjadi salah satu kawasan dengan ekspansi paling agresif.
Kapasitas data center operasional di kawasan tersebut mencapai 15,1 GW, dengan 4,8 GW dalam pembangunan dan 21,7 GW dalam pipeline. Artinya, pipeline mencapai sekitar 1,7 kali kapasitas yang sudah terpasang.
Kondisi pasokan yang ketat di pusat-pusat data center regional turut membuka peluang bagi wilayah alternatif. Johor, misalnya, memiliki tingkat kekosongan hanya 0,7 persen, sementara Singapura menghadapi keterbatasan pembangunan baru dengan pipeline konstruksi sekitar 25 MW.
Dalam konteks Indonesia, Daniel memperkirakan pembangunan data center senilai sekitar USD13 miliar membuka peluang bagi sejumlah emiten.
DCII, EDGE, ISAT, TLKM, dan DSSA memiliki eksposur langsung terhadap operator data center.