Mirae menilai risiko BMRI dapat ditekan apabila fasilitas pinjaman dilengkapi dengan jaminan atas saham BYAN yang baru diperoleh, mekanisme dividend sweep ke rekening yang dikendalikan BMRI, debt service reserve account, serta skema pembayaran utang yang disesuaikan dengan siklus batu bara.
Khusus dividend sweep, mekanisme tersebut memungkinkan BMRI menerima arus kas dividen secara langsung sebelum dana mengalir ke perusahaan holding Jhonlin.
Dengan demikian, karakter pembiayaan dapat bergeser dari pinjaman berbasis agunan saham menjadi pembiayaan yang lebih bertumpu pada arus kas dividen.
Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah pengungkapan Jhonlin mengenai kemungkinan penjaminan saham BYAN berdasarkan POJK 4/2024.
Di sisi lain, investor juga perlu mencermati laporan BMRI pada kuartal III-2026, terutama terkait pertumbuhan kredit korporasi dan konsentrasi kredit.