Sementara itu, dengan skema pembayaran anuitas selama tujuh hingga delapan tahun, kebutuhan pembayaran utang diperkirakan sekitar USD252 juta hingga USD279 juta per tahun.
Dengan asumsi tersebut, dividen bagian Jhonlin dari rata-rata lima tahun dapat menutup pembayaran utang sekitar 1,04 hingga 1,15 kali, sehingga pinjaman berpotensi lunas dalam sekitar 6,6 tahun.
Meski demikian, Mirae menilai kemampuan tersebut tidak boleh dilihat secara terlalu optimistis.
Pasalnya, rata-rata dividen lima tahun BYAN terdongkrak oleh pembayaran dividen jumbo pada 2022 yang mencapai USD1,8 miliar saat terjadi commodity supercycle.
Setelah itu, dividen BYAN terus menurun, masing-masing menjadi USD800 juta pada 2023, USD700 juta pada 2024, dan USD500 juta pada 2025.