IDXChannel - Pasar saham Indonesia dinilai masih menyimpan peluang pemulihan di tengah valuasi yang terdiskon, meski kepercayaan investor yang rapuh dan tekanan ekonomi membayangi prospek pasar.
Analis RHB Sekuritas Indonesia menilai valuasi saham yang berada di sekitar 10 kali price to earnings ratio (P/E) membuka peluang investasi secara selektif, kendati target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir 2026 dipangkas menjadi 7.000 dari sebelumnya 7.300.
Dalam riset bertajuk Deep Value, Brighter Horizons yang terbit pada 12 Oktober 2026, RHB Sekuritas menyebut pelaksanaan stimulus pemerintah, reformasi pasar modal, dan perbaikan kinerja laba emiten menjadi faktor penting untuk memulihkan kepercayaan investor dan mendorong penguatan pasar saham domestik.
Valuasi pasar saat ini berada sekitar 27 persen di bawah rata-rata historisnya. Diskon tersebut membuka ruang bagi kenaikan valuasi apabila kepercayaan investor dan kinerja laba emiten membaik.
Namun, pemulihan pasar yang belum merata pada kuartal III-2026 dan kembali berlanjutnya aksi jual bersih investor asing pada September menunjukkan bahwa risiko masih membayangi pergerakan saham.