IDXChannel - Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Senin (28/9/2026), di tengah kembali naiknya harga minyak dan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Kenaikan harga energi kembali menekan pasar obligasi karena investor mengantisipasi inflasi yang lebih persisten dan suku bunga global yang lebih tinggi dalam waktu lebih lama.
Pada 08.58 WIB, indeks Shanghai Composite melemah 1,06 persen, sedangkan KOSPI Korea Selatan turun 2,20 persen. Sebaliknya, Hang Seng Hong Kong naik 0,50 persen, ASX 200 Australia menguat 0,27 persen, dan STI Singapura mendaki 0,48 persen.
Sementara, Nikkei Jepang naik 0,8 persen, sementara indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,2 persen.
Pergerakan tersebut terjadi setelah harga minyak kembali menguat seiring belum jelasnya prospek tercapainya gencatan senjata AS-Iran.