Tekanan inflasi juga kembali menjadi perhatian pasar setelah harga minyak mentah bertahan di sekitar USD100 per barel.
Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran eskalasi konflik antara AS dan Iran serta risiko gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz.
Harga minyak yang tinggi berpotensi memperbesar tekanan inflasi sekaligus membatasi ruang bank sentral untuk menurunkan suku bunga.
Sentimen negatif sebelumnya juga terlihat di Wall Street.
Pada perdagangan Rabu (7/10), indeks S&P 500 turun 0,2 persen, Nasdaq 100 melemah 0,2 persen, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,7 persen.
Indeks Russell 2000 yang mencerminkan saham berkapitalisasi kecil turun sekitar 1 persen. (Aldo Fernando)