IDXChannel - Penerapan aturan minimum free float berpotensi mendorong tambahan pasokan saham dalam jumlah besar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Analis Bahana Sekuritas Raja Abdalla dalam riset pada 6 Oktober 2026 memperkirakan, 25 emiten besar membutuhkan pelepasan atau penerbitan saham dengan nilai total sekitar Rp66,93 triliun untuk memenuhi ketentuan tersebut.
Perhitungan Bahana menunjukkan, kebutuhan tersebut terdiri atas sekitar Rp39,89 triliun pada tahap pertama dan Rp27,04 triliun pada tahap kedua.
Daftar tersebut mencakup emiten dengan total kapitalisasi pasar sekitar Rp1.449,75 triliun dan didominasi perusahaan berkapitalisasi besar.
Pemenuhan free float dapat dilakukan melalui penerbitan saham baru maupun pelepasan saham milik pemegang saham lama.