"Sentimen utama pasar berbalik ke risk-on setelah laporan tenaga kerja AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran terhadap pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve," tulis analis Commerzbank Research dalam laporan yang dikutip Dow Jones Newswires.
Pasar menilai data tersebut mengurangi kemungkinan The Fed kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober.
Ekspektasi pelonggaran tekanan suku bunga tersebut mendorong aset berisiko.
Indeks Nikkei Jepang naik 2,4 persen, ASX 200 Australia menguat 0,35 persen, sedangkan FTSE Straits Times Singapura naik 0,42 persen.
Bursa saham Korea Selatan dan China masih tutup karena hari libur nasional.
Di sisi lain, harga minyak mentah justru bergerak melemah pada awal perdagangan Senin.
Tekanan datang dari rencana negara-negara G7 untuk melepas cadangan minyak strategis guna menambah pasokan di tengah ketatnya pasar energi.