IDXChannel – Bursa saham Asia bergerak variatif pada perdagangan Jumat (2/10/2026), seiring investor mencermati prospek suku bunga, inflasi, hingga risiko geopolitik yang kembali memengaruhi pasar keuangan global.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 terkoreksi 0,79 persen setelah sehari sebelumnya melonjak 3,3 persen dan menyentuh level tertinggi dalam enam pekan.
Meski demikian, Nikkei masih berpotensi menguat sekitar 3 persen sepanjang pekan ini. Indeks Topix juga melemah 1,03 persen.
Tekanan terhadap saham Jepang muncul setelah investor memilih mengamankan sebagian keuntungan dari reli sebelumnya.
Selain itu, mengutip Reuters, data inflasi Tokyo turut menjadi perhatian karena inflasi inti pada September meningkat dengan laju tercepat dalam 10 bulan.