sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Sehatkan Keuangan, WIKA Targetkan Divestasi Portofolio Rp5,5 Triliun

Market news editor Rohman Wibowo
05/10/2026 23:00 WIB
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membidik pelepasan aset dengan nilai mencapai Rp5,5 triliun yang akan dijalankan bertahap sampai dengan 2028. 
Sehatkan Keuangan, WIKA Targetkan Divestasi Portofolio Rp5,5 Triliun. Foto: iNews Media Group.
Sehatkan Keuangan, WIKA Targetkan Divestasi Portofolio Rp5,5 Triliun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) membidik pelepasan aset dengan nilai mencapai Rp5,5 triliun yang akan dijalankan bertahap sampai dengan 2028. 

Hal tersebut disiapkan sebagai instrumen utama pemulihan kesehatan finansial perseroan, terutama dalam menuntaskan tanggungan kewajiban kepada para kreditur maupun pemangku kepentingan lainnya.

Corporate Secretary PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Ngatemin, menjelaskan deretan aset yang masuk dalam radar optimalisasi tersebut merupakan portofolio produktif di lini jalan tol, sarana infrastruktur dasar, hingga ketenagalistrikan dan energi. 

Penetapan unit bisnis yang hendak dilepas disaring secara cermat dengan mengalkulasi valuasi aset, tren serapan pasar modal, serta dampak riilnya terhadap pembenahan neraca internal perseroan.

“Rencana optimalisasi aset WIKA mencakup sejumlah portofolio strategis yang dimiliki perusahaan, di antaranya aset jalan tol, infrastruktur dasar, dan energi,” ujar Ngatemin dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Saat ini, manajemen emiten pelat merah sektor konstruksi tersebut masih intens menjalin komunikasi dengan para mitra strategis serta pemodal potensial. Di samping itu, perseroan terus menimbang aneka skema transaksi yang paling menguntungkan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kesiapan masing-masing aset dan iklim investasi yang sedang berjalan.

“Proses divestasi masih terus dilakukan melalui penjajakan dengan calon investor potensial. Perusahaan juga mengevaluasi berbagai opsi dan peluang transaksi dengan mempertimbangkan nilai optimal bagi WIKA serta kepentingan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya

Mengenai alokasi perolehan kas, WIKA memfokuskan dana segar hasil transaksi untuk memangkas beban liabilitas sekaligus memperkuat struktur permodalan. Kendati demikian, perseroan menegaskan tetap mengamankan ketersediaan arus kas operasional demi menjamin kelangsungan pengerjaan proyek-proyek yang tengah berjalan.

“Dana yang diperoleh dari hasil divestasi akan diprioritaskan untuk mendukung penyehatan keuangan perusahaan, termasuk pemenuhan kewajiban WIKA kepada para stakeholder, dengan tetap memperhatikan kebutuhan modal kerja dan keberlanjutan usaha,” kata Ngatemin.

Aksi divestasi ini menjadi langkah krusial di tengah upaya pemulihan kinerja keuangan perseroan. Sepanjang semester I-2026, WIKA mulai menunjukkan tren perbaikan operasional dengan kenaikan pendapatan bersih sebesar 7,18 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp6,28 triliun.

Rugi bersih yang diatribusikan kepada entitas induk pun berhasil ditekan 10,84 persen menjadi Rp1,48 triliun dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,66 triliun.

Meskipun demikian, total liabilitas WIKA per akhir Juni 2026 sebesar Rp48,82 triliun dengan posisi ekuitas yang menipis di level Rp130,15 miliar. 

Untuk mengatasi beban bunga utang yang stagnan di kisaran Rp1,31 triliun, perseroan kini tengah memacu restrukturisasi utang berskala besar sekitar Rp27,8 triliun, yang terdiri dari kewajiban perbankan Rp17,6 triliun serta obligasi dan sukuk sebesar Rp10,2 triliun.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement