IDXChannel - Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026), setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang jauh lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran terhadap potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan ekonomi hanya menambah 29.000 lapangan kerja pada September, jauh di bawah ekspektasi analis sebesar 84.000.
Tingkat pengangguran juga naik menjadi 4,2 persen dari 4,1 persen pada bulan sebelumnya.
Data tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed tidak memiliki alasan kuat untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed Oktober hanya sekitar 20 persen, turun dari hampir 30 persen sebelum data tenaga kerja dirilis.