Risiko lain yang menarik dicermati adalah promosi saham melalui media sosial.
Ketika suatu saham ramai direkomendasikan influencer, perhatian dan aktivitas transaksi investor ritel dapat meningkat. Aktivitas tersebut tidak otomatis melanggar aturan.
Namun, promosi menjadi persoalan apabila disertai informasi menyesatkan, konflik kepentingan yang tidak diungkapkan, atau pola transaksi yang bertujuan mengerek harga sebelum saham dijual.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, Bursa akan menggunakan pendekatan pengawasan yang lebih terarah dengan menindaklanjuti indikasi awal manipulasi melalui pengumuman dimulainya investigasi.
“Bila kami mendeteksi indikasi awal adanya praktik-praktik manipulasi atau upaya memanipulasi harga di pasar, kami akan mengeluarkan laporan indikasi dimulainya investigasi,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10/2026).
Melalui mekanisme baru ini, BEI dapat memublikasikan saham yang tengah diinvestigasi, periode transaksi yang diperiksa, serta pihak dan anggota bursa yang diduga terkait.