Rangkaian sesi dalam forum tersebut mencakup pembahasan mengenai struktur likuiditas pasar ekuitas Amerika Serikat (AS), mekanisme kliring ekuitas AS bagi pelaku pasar Indonesia, hingga pengawasan perdagangan (trade surveillance) untuk menjaga integritas pasar.
"Melalui wawasan yang dibagikan dalam sesi ini, kami berharap para peserta dari industri pasar modal Indonesia dapat mengidentifikasi peluang baru untuk memperluas jangkauan instrumen investasi, memperkuat kualitas infrastruktur domestik, serta memastikan pertumbuhan perdagangan luar negeri dan arus investasi dua arah berlangsung secara aman, transparan, dan berdaya saing global," ungkap Irvan.
Sementara itu, Head of Data, Index, Analytics Asia Pacific Nasdaq, James McKeone, mengungkapkan bahwa Jakarta menjadi salah satu kota tujuan dalam rangkaian penyelenggaraan InnovAsia di kawasan Asia. Sebelumnya, forum tersebut telah digelar di Tokyo, Seoul, Taipei, dan Bangkok.
"Acara InnovAsia ini telah diselenggarakan di berbagai wilayah Asia, mulai dari Tokyo, Seoul, Taipei, hingga Bangkok. Dan sekarang kami hadir di sini. Acara ini bertujuan untuk menciptakan ruang di mana para pemangku kepentingan industri dapat berkumpul dan saling berbagi gagasan. Acara ini hadir untuk menguji berbagai asumsi dan mempersiapkan masa depan pasar modal," kata James.
James juga mengapresiasi kemitraan strategis dengan BEI di tengah meningkatnya perhatian investor lokal terhadap instrumen dan dinamika pasar keuangan internasional, termasuk tren perdagangan 24/5 di pasar ekuitas AS.