IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka opsi penerbitan saham baru sebagai bagian dari proses demutualisasi bursa. Langkah tersebut memungkinkan masuknya pemegang saham baru di luar anggota bursa.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 97 anggota bursa yang menjadi pemegang saham BEI. Kepemilikan tersebut pada prinsipnya terbagi relatif merata, dengan masing-masing anggota bursa memiliki sekitar 1 persen saham.
Menurut Iding, penerbitan saham baru akan membuat kepemilikan pemegang saham eksisting terdilusi. Namun, kondisi tersebut dapat memberikan keuntungan apabila saham baru diterbitkan dengan harga di atas nilai buku.
"Kemungkinan penerbitan saham baru. Pasti akan terdelusi kalau ada saham baru, tapi kan akan deal harga yang memang harusnya harga segitu, tapi di atas nilai buku, mungkin di situ untungnya," ujarnya saat ditemui di Gedung Bursa Efek, Jumat (18/9/2026).
Dia menjelaskan, penentuan harga saham baru nantinya menjadi kesepakatan antara pemegang saham eksisting dan calon pemegang saham baru. BEI tidak memiliki kewenangan untuk menentukan harga saham tersebut selama mekanisme dan persetujuan pemegang saham telah terpenuhi.