Kesepakatan tersebut kemudian berakhir pada Agustus 2013.
Menurut Nurkholis, pengalaman DBS dengan Danamon menunjukkan bahwa ketertarikan secara komersial terhadap sebuah bank belum tentu cukup untuk memastikan transaksi lintas negara dapat diselesaikan.
Hal serupa berlaku jika spekulasi mengenai BBCA kembali mencuat. Besarnya franchise dana pihak ketiga, profitabilitas, kualitas aset, serta valuasi BBCA memang dapat menarik minat investor strategis.
Namun, faktor-faktor tersebut tidak otomatis berarti akan terjadi perubahan kepemilikan.
Karena itu, Nurkholis menilai fundamental BBCA tetap menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan investor, bukan spekulasi mengenai siapa yang berpotensi mengambil alih bank tersebut.
Menurut dia, investor sebaiknya mencermati kinerja keuangan, kekuatan franchise dana, kualitas aset, serta level valuasi BBCA saat ini.