Dari sisi penyaluran pembiayaan, kredit digital akumulatif Bank Raya tercatat mencapai Rp24,73 triliun atau naik 20 persen yoy, dengan nilai outstanding kredit digital sebesar Rp3,04 triliun (tumbuh 11,3 persen yoy).
Dalam memperluas pasar, Bank Raya menerapkan strategi eksploitasi untuk mengoptimalkan sinergi ekosistem BRI Group, serta strategi eksplorasi untuk merambah segmen baru.
Produk unggulan Pinang Dana Talangan yang memfasilitasi kebutuhan modal agen BRILink dan Agen Gadai mencatatkan akumulasi penyaluran Rp22,01 triliun (tumbuh 25,3 persen yoy) kepada lebih dari 72 ribu agen, dengan outstanding mencapai Rp1,2 triliun (naik 32,3 persen yoy).
Sementara itu, outstanding produk kredit digital Pinang Maksima tumbuh 47,8 persen yoy menjadi Rp1 triliun. Di tengah ekspansi kredit, Bank Raya berhasil menekan rasio kredit bermasalah. Rasio NPL Gross melandai 203 bps menjadi 2,53 persen yoy, sedangkan NPL Net turun 131 bps menjadi 0,41 persen yoy.
Profitabilitas perseroan juga mencatatkan perbaikan yang tercermin dari rasio Net Interest Margin (NIM) yang naik 83 bps yoy menjadi 5,83 persen.