sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Terbesar Sepekan

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
03/10/2026 11:45 WIB
Sejumlah saham mencatat tekanan jual investor asing paling besar sepanjang pekan perdagangan yang berakhir Jumat (2/10).
10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Terbesar Sepekan. (Foto: Magnific)
10 Saham Paling Banyak Dilepas Asing Terbesar Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Sejumlah saham mencatat tekanan jual investor asing paling besar sepanjang pekan perdagangan yang berakhir Jumat (2/10).

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi saham dengan net foreign sell terbesar, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Berdasarkan data perdagangan, net foreign sell GOTO sepanjang sepekan mencapai sekitar Rp979,40 miliar. Saham GOTO juga mencatat penurunan paling dalam di antara saham dengan net sell asing terbesar, yakni 40 persen ke level Rp30 per unit.

Berikutnya, BMRI mencatat net foreign sell sekitar Rp858,17 miliar. Saham bank pelat merah tersebut turun 1,23 persen dalam sepekan ke Rp4.030 per unit.

TLKM menempati posisi ketiga dengan net foreign sell sekitar Rp469,98 miliar. Saham operator telekomunikasi tersebut melemah 6,64 persen sepanjang pekan menjadi Rp2.250 per unit.

Tekanan asing juga terlihat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dengan net foreign sell sekitar Rp291,86 miliar. Saham BBCA turun 2,40 persen ke Rp6.100 per saham.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat net foreign sell sekitar Rp183,52 miliar. Saham BBRI melemah 2,22 persen ke Rp3.080 per unit.

Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga masuk dalam daftar dengan net foreign sell sekitar Rp117,93 miliar. Saham MDKA turun 7,17 persen sepanjang sepekan ke Rp2.850 per iunit.

Di sektor perbankan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net foreign sell sekitar Rp97,73 miliar. Saham BBNI terkoreksi 2,29 persen ke Rp3.420 per unit.

Sementara itu, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mencatat net foreign sell sekitar Rp85,44 miliar. Saham SINI turun 13,39 persen ke Rp15.850 per unit.

Tekanan jual asing juga terjadi pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dengan net foreign sell sekitar Rp81,11 miliar. Saham CPIN melemah 3,32 persen ke Rp2.910 per unit

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat net foreign sell sekitar Rp80,20 miliar. Saham PACK menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar, dengan penurunan 33,64 persen sepanjang pekan ke Rp428 per saham.

Secara keseluruhan, tekanan jual asing tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik masih berada dalam fase penuh tekanan.

IHSG memang ditutup naik 0,46 persen ke level 6.036,89 pada Jumat (2/10). Namun, secara mingguan indeks masih melemah 3,28 persen, dengan investor asing mencatat net sell sekitar Rp3,90 triliun di pasar reguler.

Tekanan di pasar sepanjang pekan tersebut terjadi di tengah masih tingginya net foreign sell, pelemahan rupiah, kenaikan yield US Treasury, serta ketidakpastian geopolitik yang turut menjaga harga minyak tetap tinggi.

Investor juga beradaptasi dengan perubahan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berharga rendah.

Dari sisi domestik, pasar turut mencermati ketidakpastian setelah reshuffle Kabinet Merah Putih serta implementasi mekanisme short selling yang mulai berlaku pada Oktober.

Tekanan eksternal juga masih berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed yang relatif hawkish. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement