IDXChannel - Pasar saham dinilai masih dibayangi ketidakpastian tinggi memasuki Oktober 2026.
Kenaikan suku bunga global, imbal hasil obligasi yang tinggi, harga minyak, hingga ketegangan geopolitik menjadi sejumlah faktor yang berpotensi menahan laju pemulihan pasar, meski peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap terbuka.
Dalam riset bertajuk Balancing Uncertainty, Gradual Recovery Ahead, Phintraco Sekuritas mencatat Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75 persen-4,00 persen pada September 2026.
Langkah tersebut dilakukan di tengah inflasi yang masih persisten dan kenaikan harga minyak.
The Fed juga masih membuka kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga tambahan pada 2026.