Investor juga beradaptasi dengan perubahan kebijakan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menurunkan batas harga minimum saham dari Rp50 menjadi Rp1. Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas, terutama pada saham berharga rendah.
Dari sisi domestik, pasar turut mencermati ketidakpastian setelah reshuffle Kabinet Merah Putih serta implementasi mekanisme short selling yang mulai berlaku pada Oktober.
Tekanan eksternal juga masih berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed yang relatif hawkish. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.