Tekanan jual asing juga terjadi pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), dengan net foreign sell sekitar Rp81,11 miliar. Saham CPIN melemah 3,32 persen ke Rp2.910 per unit
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat net foreign sell sekitar Rp80,20 miliar. Saham PACK menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar, dengan penurunan 33,64 persen sepanjang pekan ke Rp428 per saham.
Secara keseluruhan, tekanan jual asing tersebut berlangsung ketika pasar saham domestik masih berada dalam fase penuh tekanan.
IHSG memang ditutup naik 0,46 persen ke level 6.036,89 pada Jumat (2/10). Namun, secara mingguan indeks masih melemah 3,28 persen, dengan investor asing mencatat net sell sekitar Rp3,90 triliun di pasar reguler.
Tekanan di pasar sepanjang pekan tersebut terjadi di tengah masih tingginya net foreign sell, pelemahan rupiah, kenaikan yield US Treasury, serta ketidakpastian geopolitik yang turut menjaga harga minyak tetap tinggi.