"Jadi selama ini kan kalau melihat burung itu kan di kebun binatang, atau tempat penangkaran hewan, yang tentu sensasinya berbeda ketika berada di alam terbuka," kata dia.

Rosek Nursahid, selaku Ekolog Profauna Indonesia mengungkapkan, birdwatching atau kegiatan mengamati jenis dan perilaku burung di alam yang menggabungkan unsur petualangan, edukasi, dan konservasi, menjadi langkah pencegahan perburuan burung liar yang kian marak di Gunung Arjuno.
"Wisata ini jadi cara kami Profauna Indonesia bersama masyarakat lokal untuk mencegah terjadinya penangkapan burung di hutan. Kegiatan birdwatching ini kami mulai sejak 2026, yang membuat masyarakat lokal semakin menjaga kelestarian burung," ucap Rosek Nursahid, pada Rabu (7/10/2026).
Keterlibatan masyarakat lokal disebut Rosek, menjadi hal penting dalam kegiatan wisata ini. Sebab masyarakat lokal sekitar hutan, justru biasanya yang sering menjadi pemburu burung liar. Adanya kegiatan ini menjadi masyarakat sekitar memiliki sumber pendapatan lain, dari wisata edukasi.
“Program PROFAUNA untuk melestarikan hutan dan satwa liar di lereng Gunung Arjuna dimulai tahun 2021 lewat pendekatan perhutanan sosial dan pengembangan wisata khusus birdwatching,” ujar Rosek Nursahid.