Pengembangan teknologi juga merambah aspek pengelolaan bisnis. Inalum mulai memanfaatkan AI dalam pemodelan keuangan perusahaan serta mengembangkan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita mengatakan, inovasi yang dihasilkan karyawan harus dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi perusahaan. Menurutnya, keberhasilan inovasi tidak semata-mata diukur dari capaian dalam kompetisi, tetapi juga dari keberlanjutan penerapannya.
"Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen," ujar Melati di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Dari total 119 karya yang mengikuti penjurian TIS 2026, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, serta 27 karya HSE & ESG.