“Efektivitasnya sangat bergantung pada koordinasi yang lebih kuat, pendekatan baru terhadap risiko, dan kemampuan untuk meningkatkan skala teknologi dan talent. Mereka yang mampu beradaptasi dengan sistem baru ini akan berada di posisi strategis untuk membuka potensi ekonominya,” kata Marchese.
Seiring meluasnya dan beragamnya prioritas investasi infrastruktur, tantangan bergeser dari sekadar memperoleh akses terhadap modal menjadi mencocokkan jenis pendanaan dengan kebutuhan dan risiko setiap proyek.
Survei Deloitte menemukan bahwa 31 persen pemimpin menyebut keterbatasan anggaran sebagai hambatan utama. Sementara itu, banyak proyek, terutama di bidang infrastruktur digital, energi, dan sosial, yang membutuhkan model pendanaan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta strategi berbagi risiko, bukan pendekatan pembiayaan yang seragam.
Model pendanaan yang efektif kemungkinan bergantung pada kombinasi sumber pendanaan publik dan swasta, pengembangan portofolio proyek yang layak untuk diinvestasikan, serta pembagian risiko yang seimbang agar proyek dapat direalisasikan dalam skala besar.
Hambatan Institusional Memperlambat Kemajuan
Meskipun investasi terus meningkat, proses perizinan, pengadaan, dan regulasi yang rumit kini menjadi hambatan utama dalam realisasi proyek infrastruktur.