“Perbankan kini punya ruang lebih fleksibel dalam mengelola likuiditas dengan menambah pilihan instrumen di pasar keuangan, namun sekaligus mendukung pembangunan nasional. Bagi PT SMI, status baru Obligasi dan Sukuk PT SMI ini akan membantu kami untuk meningkatkan kapasitas dalam menjalankan mandat pembiayaan pembangunan dengan target infrastruktur dan layanan publik yang lebih baik,” ujar Reynaldi.
Hingga 30 September 2026, PT SMI mencatatkan outstanding Obligasi dan Sukuk sebesar Rp19,2 triliun dengan peringkat kredit domestik tertinggi, yakni idAAA dari PEFINDO dan AAA(idn) dari Fitch Ratings.
Berbagai instrumen yang diterbitkan mencakup obligasi konvensional, Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, hingga Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS).
(Febrina Ratna Iskana)