sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp331 Triliun hingga Agustus 2026, Melonjak 52 Persen

Economics editor Anggie Ariesta
18/09/2026 13:25 WIB
Angka tersebut melonjak 52,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp218 triliun.
Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp331 Triliun hingga Agustus 2026, Melonjak 52 Persen (Foto: iNews Media Group)
Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp331 Triliun hingga Agustus 2026, Melonjak 52 Persen (Foto: iNews Media Group)

"Ini tentu kita maksudkan agar PLN dan Pertamina punya keleluasaan cash agar bisa menyediakan barang-barang yang harganya diatur pemerintah, barang-barang yang harganya disubsidi," ujarnya.

Peningkatan realisasi belanja subsidi dan kompensasi ini juga diiringi oleh pertumbuhan volume konsumsi barang bersubsidi di masyarakat, yang menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi domestik terus melaju dengan volume BBM tumbuh 8,8 persen, LPG 3 Kg meningkat 2,6 persen.

Lalu pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1 persen, pupuk bersubsidi melonjak 23,4 persen, dan debitur KUR naik 5,9 persen.

"Barang-barang yang mendapatkan subsidi, penggunaannya meningkat oleh masyarakat. Oleh karena itu, ekonomi masyarakat terus bergerak," kata Suahasil.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement