"Ini tentu kita maksudkan agar PLN dan Pertamina punya keleluasaan cash agar bisa menyediakan barang-barang yang harganya diatur pemerintah, barang-barang yang harganya disubsidi," ujarnya.
Peningkatan realisasi belanja subsidi dan kompensasi ini juga diiringi oleh pertumbuhan volume konsumsi barang bersubsidi di masyarakat, yang menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi domestik terus melaju dengan volume BBM tumbuh 8,8 persen, LPG 3 Kg meningkat 2,6 persen.
Lalu pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1 persen, pupuk bersubsidi melonjak 23,4 persen, dan debitur KUR naik 5,9 persen.
"Barang-barang yang mendapatkan subsidi, penggunaannya meningkat oleh masyarakat. Oleh karena itu, ekonomi masyarakat terus bergerak," kata Suahasil.
(DESI ANGRIANI)