Peningkatan penyerapan tersebut mencerminkan pelaksanaan proyek dan aktivitas pemerintah yang berjalan lebih cepat, dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan ketepatan sasaran.
Adapun keseimbangan primer APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap mencatat surplus sebesar Rp154,0 triliun. Sementara itu, defisit APBN tercatat Rp240,1 triliun atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Realisasi pembiayaan mencapai Rp473,5 triliun atau 68,7 persen dari target APBN. Pemerintah menyatakan posisi tersebut masih berada dalam jalur menuju proyeksi defisit APBN akhir tahun sekitar 2,85 persen terhadap PDB.
(DESI ANGRIANI)