Penguatan produksi tersebut turut diikuti dengan meningkatnya cadangan pangan nasional. Hingga akhir Juli 2026, pemerintah mencatat standing crop atau potensi tanaman padi yang masih berada di sawah setara sekitar 10 juta ton beras.
Selain itu, stok beras yang berada di rumah tangga, penggilingan, pedagang, industri pengolahan, serta sektor hotel, restoran, dan kafe diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.
Sementara itu, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,25 juta ton. Jumlah tersebut disebut sebagai cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mengatakan bahwa peningkatan produksi dan penguatan cadangan pangan tersebut merupakan hasil dari kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
"Alhamdulillah, arahan Bapak Presiden mulai membuahkan hasil. Dari kondisi El Niño yang memaksa kita melakukan impor besar, kini Indonesia mampu meningkatkan produksi, menghentikan impor beras medium, memiliki cadangan beras pemerintah tertinggi sepanjang sejarah, dan kembali menuju swasembada," ujar Amran, Minggu (9/8/2026).