IDXChannel - Perusahaan startup kecerdasan buatan (AI) asal Australia, Firmus, sedang bernegosiasi dengan para pemberi pinjaman untuk kesepakatan pembiayaan senilai USD10 miliar (Rp178 triliun).
Menurut sejumlah sumber, dana tersebut akan digunakan untuk membeli chip Nvidia untuk pusat datanya di Indonesia.
Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (23/9/2026), ini berpotensi menjadi salah satu kesepakatan infrastruktur AI terbesar di Asia.
Perusahaan tersebut berencana mengumpulkan sekitar USD7,5 miliar dalam bentuk utang, ditambah sekitar USD2,5 miliar dalam bentuk ekuitas, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
Pembicaraan ini berlangsung menjelang rencana penawaran umum perdana (IPO) Firmus pada akhir Oktober yang berpotensi mengumpulkan dana hingga USD5 miliar, menjadikannya salah satu yang terbesar di Australia.