Melalui SRG, lanjut Tirta, minyak nilam berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi bagi para pelaku usaha. Kelayakannya didukung oleh kesesuaian karakteristik komoditas dengan fungsi SRG serta kesiapan ekosistem yang mencakup aspek pasar, rantai pasok, teknis, kelembagaan, pembiayaan, dan regulasi.
Minyak nilam merupakan salah satu komoditas minyak asiri strategis Indonesia yang banyak dimanfaatkan dalam industri parfum, kosmetik, aromaterapi, dan berbagai produk berbahan alam.
Penetapan minyak nilam sebagai komoditas yang dapat disimpan dalam SRG merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem perdagangan minyak nilam nasional.
Pengembangan minyak nilam sebagai komoditas SRG berdasarkan usulan dan pembahasan dengan kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan terkait dari hulu hingga hilir.
Pengusulan penambahan komoditas yang dapat disimpan dalam Gudang SRG dapat dilakukan dengan mempertimbangkan rekomendasi dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian, dan/atau asosiasi komoditas yang didukung dengan kajian.